Ingin Mendapat Dana dari Investor? Seperti Ini Presentasi Bisnis (Pitch Deck) yang Harus Dilakukan Oleh Pendiri Start-up

Beberapa tahun terakhir, muncul sebuah istilah dalam bisnis yang cukup banyak diperbincangkan, yaitu start-up company atau perusahaan rintisan.


Dari namanya saja mungkin Anda sudah tahu. Ya, start-up adalah perusahaan baru yang masih dalam pengembangan tahap awal.


Dalam proses pengembangannya, diperlukan pendanaan agar startup bisa berkembang lebih besar. Untuk memperoleh dana, pemilik perusahaan harus mencari investor.


Dengan cara apa para pengusaha ini dapat approach ke para investor?

Dengan mengajukan proposal dan melakuakan presentasi di hadapan investor atau biasa disebut pitching.

 

Dalam piktochart.com dijelaskan bahwa pitch deck adalah presentasi singkat yang menjelaskan gambaran umum tentang bisnis Anda kepada investor, mulai dari menjelaskan produk, menjelaskan model bisnis, memperkenalkan tim sampai memberikan gambaran tentang strategi-strategi pengembangan produk Anda.


Presentasi pitch deck dilakukan untuk menarik investor agar mereka bersedia menginvestasikan uang mereka pada perusahaan tersebut. Pitch deck dapat diumpamakan sebagai alat memancing ketertarikan investor.


Dalam Fundable disebutkan hanya 0,05% start-up yang berhasil mendapat pendanaan dari investor/venture capital. Anda mau kan jika masuk ke dalam 0,05% tersebut?


Perlu Anda garis bawahi bahwa pitch deck adalah presentasi singkat. Jadi diperlukan pertimbangan matang untuk mendesain serta memasukkan isi materi yang pas ke dalam slide agar semua informasi dapat disampaikan dalam waktu singkat.


Lalu poin apa saja yang harus diperhatikan dan dijelaskan dalam slide presentasi yang Anda buat agar pitch deck dapat menarik perhatian investor?


Berikut akan kami jelaskan poin-poinnya


1) Slide 1 : Cover


Berisi perkenalan singkat perusahaan Anda. Sebutkan nama perusahaan, bidang bisnis, alamat perusahaan, alamat email dan nomer telepon. Anda juga bisa menambahkan value perusahaan Anda. Contoh ;

“aplikasi untuk memesan penginapan secara online”



2) Slide 2 : Problem


Jelaskan masalah yang Anda temukan dimasyarakat. Masalah yang belum ada solusi dari produk yang sudah ada.




3) Slide 3 : Solusi


Jelaskan solusi yang bisa Anda buat dari permasalahan tersebut. Arahkan bahwa perusahaan atau produk Anda adalah solusinya.




4) Slide 4 : Produk/Jasa


Jelaskan penggunaan produk/jasa dengan bantuan prototype (sampel produk) yang sudah Anda buat atau video demonstrasi. Ini adalah cara yang paling bagus karena produk sudah ada.


Namun jika belum bisa menghadirkan produk, Anda bisa menampilkan gambar atau bagan dalam slide.



5) Slide 5 : Model Bisnis


Hal yang paling penting adalah bagaimana Anda dapat menjelasakan bagaimana dan dari mana pendapatan akan diperoleh. Misalnya dari penjualan produk secara langsung atau dari berlangganan produk.



Selain itu Anda juga bisa menjelasakan dan menyebutkan partner kerjasama (contoh : supplier), sumber daya yang dibutuhkan (contoh : website toko milik sendiri, mobile apps).


6) Silde 6 : Target Market, Peluang Pasar dan Market Plan


Dari solusi (produk) yang Anda tawarkan, sebutkan siapa target Anda menggunakan data usia, gender, pekerjaan, interest atau data lain.

Selain itu, uraikan seberapa besar peluang pasar yang membutuhkan produk Anda.





Uraikan juga bagaimana cara Anda meraih pasar tersebut. Jelasakan ide-ide pemasaran Anda.


7) Slide 7 : Analisis Kompetitor


Jelasakan siapa saja kompetitor Anda. Anda dapat membuatnya dalam bentuk bagan seperti ini.




Jelasakan dimana posisi produk Anda dan pesaing Anda. Anda dapat menambahkan penjelasan perbedaan produk Anda dengan kompetitor. Jika ada keunikan atau kelebihan produk Anda dibanding produk yang sudah ada, jelasakan hal tersebut.


8) Slide 8 : Management Team


Sebutkan tim utama Anda yang bertanggung jawab pada setiap divisi dan jelasakan secara singkat tugas mereka.


9) Slide 9 : Kemungkinan Resiko


Sampaikan kepada investor kemungkinan resiko yang akan ditemui nanti. Namun Anda juga harus memberikan rencana antisipasi untuk mengatasi jika resiko itu terjadi.


10) Slide 10 : Proyeksi Keuangan


Anda dapat menjelaskan berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengembangkan produk Anda.

Selanjutnya jelasakan rencana pendanaan Anda. Jika Anda mendapat suntikan dana, uang tersebut akan dialokasikan untuk apa saja.


11) Slide 11 : Jelaskan yang Telah dan Akan Dilakukan


Sejauh Anda mendirikan perusahaan, apa saja yang sudah Anda lakukan? Sebagai contoh, Anda sudah melakukan kerja sama dengan siapa, apakah Anda sudah mendaftarkan paten merek produk Anda?


Itulah beberapa hal yang bisa Anda masukkan dalma slide presentasi atau pitch deck Anda.


Ada satu hal lagi yang ingin kami sampaikan.


Dikutip dari techinasia, banyak startup datang kepada investor dengan pitch deck dan pitching session yang sangat menarik. Sayangnya, beberapa dari mereka tidak menguasai bisnis mereka lebih dalam ketika investor menanyakan lebih detail.


Pitch deck adalah alat untuk memancing ketertarikan investor. Namun, tanpa ide dan eksekusi yang baik, pitch deck tidak akan membuat investor memberikan dana kepada bisnis Anda.


Jadi, selain mempersiapkan slide presentasi untuk pitching session yang baik, Anda juga harus benar-benar memahami bisnis Anda secara mendalam.


Ingin Mendapat Dana dari Investor? Seperti Ini Presentasi Bisnis (Pitch Deck) yang Harus Dilakukan Oleh Pendiri Start-up Ingin Mendapat Dana dari Investor? Seperti Ini Presentasi Bisnis (Pitch Deck) yang Harus Dilakukan Oleh Pendiri Start-up Reviewed by defimulia on Desember 06, 2020 Rating: 5